PDI Perjuangan Jawa Barat
RSS/Feeds
HOME LINTAS JABAR NASIONAL AMANAT PARTAI STRUKTURAL ARSIP GALERI FOTO REDAKSI
Berita Terkait

Kader PDIP Harus Teladani Ajaran Bung Karno

Rabu, 13 Jun 2012 11:29 WIB · Bila pasar kotor, maka kader PDIP harus proaktif membersihkan, memperbaiki jalanan rusak, dan mengadvokasi masyarakat yang merasakan ketidakadilan.

 

Bulan Bung Karno Bukan Hanya Acara PDIP

Jumat, 01 Jun 2012 17:27 WIB · Walau dicanangkan oleh anggota Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP), Bulan Bung Karno dinyatakan bukan sebagai acara partai. Hal itu ditegaskan oleh ketua Panitia Bulan Bung Karno, Ari Batubara.   "Ini bukan kegiatan partai, 100 persen tidak," tegas Ari Batubara kepada wartawan di Warung Daun..

 

PDIP Berharap Bulan Bung Karno Diperingati Publik

Jumat, 01 Jun 2012 17:15 WIB · Jakarta - Untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa Proklamator Indonesia Ir.Sukarno, setiap Juni dicanangkan sebagai Bulan Bung Karno.   Sejak 2010, peringatan Bulan Bung Karno peringatan dilaksanakan dan diinisiasi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun pada peringatan..

 

Istri Bupati Bekasi Gelar Kampanye Terselubung

Rabu, 29 Feb 2012 16:31 WIB · Sejumlah calon bupati Bekasi, Jawa Barat, ramai-ramai mencuri star. Mereka kedapatan berkampanye di luar waktu yang sudah dijadwalkan. Tak jarang kampanye diwarnai aksi bagi-bagi uang kepada warga.

 

Mengemban Amanat Bung Karno dalam Sarinah

Kamis, 23 Feb 2012 01:16 WIB · Soal perempuan bukanlah soal buat perempuan saja, tetapi soal masyarakat, soal perempuan dan laki-laki. Dan sungguh soal masyarakat dan negara yang amat penting

 
Kategori Berita Lainnya
Senin, 04 Juni 2012 11:08 WIB
Home / Berita / Kolom / sumber: Bulanbungkarno

Juni 'Bulan Bung Karno'

Oleh: Roso Daras
Juni adalah "Bulan Bung Karno". Biasanya, di bulan Juni banyak kegiatan dikaitkan dengan nama besar Bung Karno. Sah-sah saja. Sama seperti yang tengah digarap teman-teman saya di Institut Soekarno, Surabaya. Mereka sudah merancang beberapa kegiatan mengisi bulan Juni.
 
Event yang sedia digelar tanggal 5 dan 6 Juni 2011 itu, sejauh yang saya pantau sudah matang. Maklumlah, saya sedikit-sedikit harus ikut mantau, karena rekan saya Bung Peter A. Rohi sang ketua panitia, menyeret saya ke kepanitiaan sebagai wakil beliau. Tentu saja dengan senang hati saya melibatkan diri, sekalipun tidak bisa sepenuh teman-teman yang bekerja di Surabaya.
 
Saya selalu saja bergairah jika berbicara tentang Bung Karno. Apalagi, teman-teman di Surabaya juga memiliki rencana besar. Tidak saja sebatas membangun prasasti atau monumen di tempat kelahiran Bung Karno. Mereka juga merancang pembangunan Memorial Bung Karno, ya, mengingatkan kita pada Gandhi Memorial di India sana.
 
Patut dan layak, untuk bangsa ini memiliki Memorial Bung Karno. Sebuah memorial yang seyogianya diusahakans secara gotong royong oleh segenap anak bangsa. Bukan seperti sebuah proyek yang pernah digagas Guruh Soekarnoputra dengan nama Persada Bung Karno, yang entah bagaimana kelanjutannya.
 
Saya sendiri pernah terlibat secara tidak langsung, sekali lagi, “tidak langsung” dengan sejumlah agenda dengan judul “untuk Bung Karno”. Belum satu pun yang terwujud. Dalam kesempatan tertentu saya merenungkan hal ini. Satu benang merah yang saya temukan di sana. Sekalipun di dalam kepanitiaan duduk nama-nama tokoh-tokoh Sukarnois, bahkan anak biologis Bung Karno, tetapi tidak ada ruh “gotong royong”.
 
Lebih ironis lagi ketika saya merasakan adanya anggota-anggota di dalamnya yang justru “menjual” nama Bung Karno untuk kepentingan dirinya. Bahkan ada juga yang melihat “pekerjaan mulia” (menurut saya) dari kacamata “proyek”. Dalam hati yang sangat kesal saya pernah menggumam, “Repot kalau kerja sama orang bermental pengangguran….” Masih lekat pikiran, “saya nanti mendapatkan apa” dari pekerjaan yang nota bene didedikasikan untuk Bung Karno. Sosok bapak bangsa yang selama hidupnya tidak pernah berpikir “mendapat apa” untuk dirinya, sejak berjuang hingga kematiannya.
 
Alhasil, saya menyepakati gagasan Bung Peter Rohi dan teman-teman Soekarno Institut di Surabaya. Termasuk menyepakati untuk tidak menggantungkan pelaksanaan semua gagasan kepada putra-putri Bung Karno. Termasuk, kepada tokoh-tokoh Sukarnois lainnya. Kita sepakat untuk bekerja dan bekerja tanpa meletakkan pamrih pribadi di dalamnya. Menyepakati pula semangat gotong royong di dalamnya.
 
Jika Bung Karno berhasil dengan caranya…. Mengapa kita tidak menapak tilas?
 
Oleh : sumber Bulanbungkarno pada Senin, 04 Juni 2012 11:08 WIBDibaca :328 KaliFormat Lain :Print FriendlyPDFTag :bulan, bung, karno
Like This :
 
Kolom

Soekarno: Gagasan Tentang Partai

Senin, 18 Jun 2012 18:04 WIB · Maklumatnya tentang berpartai, salah satunya hadir dalam “Mencapai Indonesia Merdeka” tahun 1933. Partai bukanlah sekedar sekumpulan orang yang berkumpul lalu bergerak bersama. “Kita bergerak karena kesengsaraan kita, karena kita ingin hidup yang lebih baik. Kita bergerak bukan karena..

 
Berita Terbaru

Saksi Rieke & Dede Tolak Tandatangan Berita Acara Rekapitulasi KPU Bandung

Jumat, 01 Mar 2013 17:34 WIB · Mediacenterpaten. Bandung - Saksi dari pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, dan Dede Yusuf-Lex Laksamana menolak menandatangani berita acara hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Jabar tingkat Kota Bandung. Mereka protes lantaran menilai masih ada indikasi..

 
 
 
DPD PDI Perjuangan Jawa Barat © 2010 INFOKOM
TOP Home · Arsip · Redaksi · Beriklan pada Kami · Privacy Policy · Terms of Use · Kontak Kami