PDI Perjuangan Jawa Barat
RSS/Feeds
HOME LINTAS JABAR NASIONAL AMANAT PARTAI STRUKTURAL ARSIP GALERI FOTO REDAKSI
Berita Terkait

Megawati Minta Pemerintah Mediasi Buruh

Kamis, 03 Mei 2012 23:27 WIB · Ratusan buruh menghadiri acara peringatan Hari Buruh Sedunia bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di lapangan kantor pusat PDIP, Jakarta, Kamis 3 Mei 2012.

 

Dirikan Posko Pengaduan, PDIP Juga Pedulikan Nasib Waria

Kamis, 03 Mei 2012 23:16 WIB · "Mereka bagian dari warga Indonesia dan pernah menuntut hak kerja waria karena mereka juga sarjana," kata Ketua DPP PDIP Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Tenaga Kerja, Ribka Tjiptaning saat berdialog dengan komunitas waria, Arus Pelangi, Jakarta, Kamis (3/5).

 

Keluarga TKI Tewas di Malaysia Mengadu ke PDIP

Kamis, 03 Mei 2012 23:11 WIB · Hingga saat ini, keluarga dan mayoritas masyarakat di Lombok Timur, NTB, tak mempercayai hasil otopsi pihak Malaysia dan Polri.

 

500 Buruh Rayakan May Day Bersama Mega di PDIP Lenteng Agung

Kamis, 03 Mei 2012 23:03 WIB · 500 Buruh berkumpul di seberang halaman kantor PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Mereka akan merayakan hari buruh sedunia (May Day) bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

 

PDIP Dirikan Posko Pengaduan Buruh

Kamis, 03 Mei 2012 22:59 WIB · JAKARTA - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri meresmikan pendirian Posko Pengaduan Buruh di kantor PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (3/5). "Ini bentuk kepedulian PDIP yang akan selalu berjuang bersama buruh," ujar mantan Presiden Indonesia ke-5 ini.

 
Kategori Berita Lainnya
Senin, 27 Februari 2012 23:13 WIB
Home / Berita / Profil / sumber: JPNN

PDIP Konsisten Kawal Persoalan Buruh Migran

PDIP Konsisten Kawal Persoalan Buruh Migran
JAKARTA - Dipercaya menjadi presiden Kaukus Parlemen ASEAN untuk Myanmar (AIPMC) membuat Eva Kusuma Sundari harus berpikir dan bersikap dalam skala lebih luas. Sebut saja dalam persoalan buruh migran.
 
Perhatian politisi PDI Perjuangan itu kini tak hanya tertuju pada isu domestik menyangkut TKI. Kacaunya perlindungan terhadap buruh migran Myanmar di Thailand juga menyedot konsentrasinya. "Buruh migran dari Myanmar di Thailand, seperti buruh lainnya di kawasan ini, tidak mendapat perlindungan hukum yang cukup baik. Mereka menghadapi masalah besar, bahaya, dan kekerasan terus-menerus," katanya di Jakarta.
 
Dia menjelaskan, dengan makin baiknya perekonomian Thailand, semakin sedikit warga di sana yang bekerja di sektor domestik. Kondisi tersebut menjadi peluang pekerja asal Myanmar untuk bekerja di sana. Di antara sekitar 2,5 juta buruh migran legal dan ilegal di Thailand, diperkirakan 80 persen berasal dari Myanmar.
 
"Buruh migran menjadi bagian integral dari ekonomi dan angkatan kerja Thailand," ujar ibu kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 8 Oktober 1965, itu.
 
Eva menegaskan, perlakuan buruk terhadap warga, baik di negara asal maupun luar negeri, tak bisa diterima lagi di ASEAN pada abad ke-21. Di sisi lain, berbagai perubahan politik dan demokratisasi di Myanmar telah mendapat perhatian yang sangat luar biasa. "Tapi, tidak terhadap jutaan buruh migran Myanmar yang tinggal di luar negeri," ungkap Eva.
 
Terkait isu perlindungan buruh migran, AIPMC khusus berkunjung ke Provinsi Phang Nga di Thailand Selatan selama tiga hari sejak 23 Februari lalu. Sejumlah anggota parlemen lintas negara ikut bergabung. Di antaranya berasal dari Filipina, Indonesia, dan Thailand. DPR diwakili Muhammad Gamari Sutrisno (FPKS) dan Nova Riyanti Yusuf (Fraksi Partai Demokrat).

Eva selaku "komandan" tidak berangkat. Tapi, dia terus memantau segala perkembangan aktivitas tim. "Aku minta laporan dari tim setiap hari. Rencananya aku berangkat untuk pemantauan sekitar pertengahan Maret ini," ujarnya.
 
Selain bertemu para pejabat pemerintahan Provinsi Phang Nga, delegasi AIPMC berkunjung ke FED"s Migrant Learning Center, sebuah LSM yang bergerak di bidang pembelaan buruh-buruh migran. Rombongan juga akan bertatap muka dengan buruh migran di perkebunan karet di Bang Niang dan Thablamu Fishing Village.
 
"Rencana pembentukan satu masyarakat ASEAN 2015 telah memberikan harapan kebebasan bergerak bagi para pekerja di kawasan negara-negara ASEAN," tegas Eva. 
Oleh : sumber JPNN pada Senin, 27 Februari 2012 23:13 WIBDibaca :500 KaliFormat Lain :Print FriendlyPDFTag :pdip, konsisten, kawal, persoalan, buruh, migran
Like This :
 
Profil

Survei Puskaptis: Mega Paling Populer

Senin, 27 Feb 2012 23:36 WIB · Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi nama bakal calon presiden yang paling populer di masyarakat. Sementara nama pendiri partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menjadi nama bakal capres paling disukai.

 
Berita Terbaru

Saksi Rieke & Dede Tolak Tandatangan Berita Acara Rekapitulasi KPU Bandung

Jumat, 01 Mar 2013 17:34 WIB · Mediacenterpaten. Bandung - Saksi dari pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, dan Dede Yusuf-Lex Laksamana menolak menandatangani berita acara hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Jabar tingkat Kota Bandung. Mereka protes lantaran menilai masih ada indikasi..

 
 
 
DPD PDI Perjuangan Jawa Barat © 2010 INFOKOM
TOP Home · Arsip · Redaksi · Beriklan pada Kami · Privacy Policy · Terms of Use · Kontak Kami