PDI Perjuangan Jawa Barat
RSS/Feeds
HOME LINTAS JABAR NASIONAL AMANAT PARTAI STRUKTURAL ARSIP GALERI FOTO REDAKSI
Berita Terkait

'Paten', Begitu Akronim Pitaloka-Teten

Kamis, 22 Nov 2012 15:04 WIB · Setelah dideklarasikan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2013-2018 di Jakarta, Kamis kemarin, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki akhirnya tampil resmi di Bandung, sehari setelahnya. Mereka memperkenalkan akronim duet mereka, yakni Paten.

 

Micgrant Care Dukung Penuh Rieke-Teten

Minggu, 18 Nov 2012 18:57 WIB · Analis Kebijakan Migrant Care, Wahyu Susilo Analis Kebijakan Migrant Care, Wahyu Susilo menyatakan dukungannya kepada pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki dalam pertarungan Pilgub Jabar tahun depan.

 

Apa Komentar Jokowi Soal 'Kotak-kotak' Rieke Teten?

Minggu, 18 Nov 2012 18:25 WIB · Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyebut kemeja kotak-kotak yang dikenakan pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013 adalah "cele."

 

Ini Pesan Jokowi pada Rieke-Teten

Minggu, 18 Nov 2012 18:17 WIB · Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyampaikan pesan kepada pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki agar memenangkan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013-2018, di Kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, Minggu.

 

Pengamat Politik: Rieke Bakal Jadi Rebutan

Senin, 18 Jun 2012 18:21 WIB · Rieke Diah Pitaloka, anggota DPR dari PDIP, akan menjadi rebutan partai lain dalam pemenangan pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013. Oneng akan menjadi primadona karena ia dikenal secara luas.

 
Kategori Berita Lainnya
Senin, 18 Juni 2012 18:04 WIB
Home / Berita / Kolom / sumber: rdp com

Soekarno: Gagasan Tentang Partai

Soekarno: Gagasan Tentang Partai
BAGIAN I
Partai : Filosofi dan Tujuan
 
Maklumatnya tentang berpartai, salah satunya hadir dalam “Mencapai Indonesia Merdeka” tahun 1933. Partai bukanlah sekedar sekumpulan orang yang berkumpul lalu bergerak bersama. “Kita bergerak karena kesengsaraan kita, karena kita ingin hidup yang lebih baik. Kita bergerak bukan karena “ideal” saja, kita bergerak karena ingin cukup makanan, ingin cukup pakaian, ingin cukup tanah, cukup perumahan, pendidikan, pendek kata kita bergerak karena ingin perbaikan nasib di dalam segala bagian dan cabang-cabangnya,”.
Berkumpul tak sekedar berkerumun, bersama bukan bergerombol. Bergerak tak asal bergerak. Ada filosofi politis dari bergerak yang bisa jadi penanda bahwa gerakan tersebut adalah sebuah langkah politis bukan gerombolan. Langkah demi langkah menuju tujuan yang dicita-citakan bersama bagi kemaslahatan rakyat.
 
A. Filosofi penyadaran.
Bung Karno menuturkan sebuah dialog, “Bagaimana kita bisa menjelmakan pergerakan yang onbewust (tidak sadar), ragu-ragu dan raba-raba menjadi pergerakan yang bewust (sadar) dan radikal (mengakar)? Dengan suatu Partai.”
 
Keberadaan partai tak hanya sebagai jalan untuk menjadikan kadernya sebagai anggota parlemen atau eksekutif. Partai tak hanya jadi sekolah bagi kader. Partai bagi Bung Karno, bertujuan mendidik rakyat ke dalam kesadaran yang mengakar. “Ia harus memberi ke-bewust-an pada pergerakan massa.” Agar partai bisa melahirkan “rakyat yang sadar”, maka pertama kali partai tersebut-lah yang harus menjadi “partai yang bewust“.
 
Partai yang memegang obor, yang berjalan di muka yang menyuluhi jalan gelap dan penuh ranjau. Sehingga jadi jalan yang terang.
Partai-lah yang memimpin massa, memegang komando massa, “…hanya partai yang demikian itu bisa membikin massa aksi yang sadar, massa aksi yang dus dengan cepat bisa mengundurkan stelsel yang menjadi buah perlawanannya.”
 
B. Filosofi pengalaman.
Bagi partai, memberi keinsyafan atau kesadaran saja kepada rakyat belum cukup. Kesadaran memang mampu jadi pemantik kemauan massa, namun keinsyafan sebatas teori saja belum cukup. Filosfi kedua yang diajarkan Bung Karno adalah pengalaman yang harus melekat dalam satu koin yang sama dengan koin kesadaran rakyat.
 
Rakyat akan mengakar apabila “… Keinsyafan dibarengi dengan pengalaman-pengalaman sendiri. Pengalaman-pengalaman inilah yang sangat membuka mata massa tentang kekosongan dan kebohongan taktik reformisme, meradikalkan semangat massa, meradikalkan semngat keberanian massa, meradikalkan ideologi dan aktivitasnya massa.”
 
Ditulis di Jakarta, 15 Juni 2012
Rieke Diah Pitaloka
 
Oleh : sumber rdp com pada Senin, 18 Juni 2012 18:04 WIBDibaca :437 KaliFormat Lain :Print FriendlyPDFTag :rieke
Like This :
 
Kolom

Juni 'Bulan Bung Karno'

Senin, 04 Jun 2012 11:08 WIB · Juni adalah "Bulan Bung Karno". Biasanya, di bulan Juni banyak kegiatan dikaitkan dengan nama besar Bung Karno. Sah-sah saja. Sama seperti yang tengah digarap teman-teman saya di Institut Soekarno, Surabaya. Mereka sudah merancang beberapa kegiatan mengisi bulan Juni.

 
Berita Terbaru

Saksi Rieke & Dede Tolak Tandatangan Berita Acara Rekapitulasi KPU Bandung

Jumat, 01 Mar 2013 17:34 WIB · Mediacenterpaten. Bandung - Saksi dari pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, dan Dede Yusuf-Lex Laksamana menolak menandatangani berita acara hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Jabar tingkat Kota Bandung. Mereka protes lantaran menilai masih ada indikasi..

 
 
 
DPD PDI Perjuangan Jawa Barat © 2010 INFOKOM
TOP Home · Arsip · Redaksi · Beriklan pada Kami · Privacy Policy · Terms of Use · Kontak Kami